Tampilkan postingan dengan label Batak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Batak. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 05 September 2015

Wisata di Danau Toba (Part2 Bermalam di Samosir)

Kali ini perjalanan kedua gw di Sumatera Utara setelah perjalanan pertama gw (baca: http://vadiantprihast.blogspot.com/2015/08/wisata-di-danau-toba.html).
Bulan itu track perjalanan gw mulai dari sebelah 'mungkin selatannya' Sumatera Utara sampai ke tengah. Di trip kali ini gw bareng Leo, yang menempuh perjalanan dari Sibolga, Siborong-Borong, Pematang Siantar dan Binjai. Dan udah bisa ditebak dengan trip kaya gitu, gw akan bisa nginap di Pulau Samosir dan eksplor lebih tempat di Pulau itu dari yang sebelumnya.

Start dari Siborong-borong, gw naik travel ke Parapat, dan langsung minta ke pelabuhan Tiga Raja, kalo ga salah harga satu orang sekitar 70 ribu. Berbeda dengan trip sebelumnya, Leo yang sebelumnya udah pernah ke sini, langsung minta ke pelabuhan itu, dan memang ternyata yang dimaksud Epit pada trip sebelumnya adalah pelabuhan ini.
Pelabuhan ini merupakan pelabuhan penyebrangan yang dikelola pemerintah, jadi berbeda dengan pas waktu gw pertama kali ke sini. Di pelabuhan ini ada beberapa kapal yang menuju ke beberapa pelabuhan di Samosir, ada yang ke Tuk tuk dan ke Tomok. Harganya juga beda kalo yang pas trip pertama itu 25 ribu pulang pergi, sekarang 20 ribu untuk satu kali jalan. Gw berangkat pakai kapal jurusan Tuk tuk, karena penginapannya ada di daerah Tuk tuk, dan enaknya di kapal ini kita bisa bilang kemana kita mau turun di daerah Tuk tuk.

Semalam di Tuk Tuk

Setelah naik kapal, gw turun langsung di belakang hotelnya, Toba Village inn, tempat dimana Leo sebelumnya juga nginep di sini. Tempatnya recomended banget, sejuk dan ga panas. Di belakang hotel langsung menghadap danau Toba dan juga ada tempat buat santainya, selain itu juga terdapat kolam renangnya. Hotel ini yang punya adalah WNA kewarganegaraan Belgia yang nikah sama WNI keturunan Batak. Harga kamar di sini buat yang paling murahnya 550 ribu, tapi worth it banget sama tempat dan tentu breakfastnya.

Sore hari, sekitar jam 5 gw sama leo coba bersantai di pinggir danau seraya bermalas malasan. Dan tempat gw bermalam ini memang sepi ga banyak aktivitas yang bisa dilakuin, karena agak jauh dari pusat Tuk Tuknya. Dan ketika malam, gw sama Leo memutuskan makan di hotel karena untuk ke pusat keramaian. Buat budget makan di hotel ini cukup menguras kocek banget sih buat backpacker.
Dan abis makan gw lanjut tidur.
Santai di belakang hotel
Pagi hari gw bangun jam 8, dan langsung sarapan. Menu breakfast di hotel ini kalau ga salah cuma ada 3 yaitu mie goreng, nasi goreng dan roti. Leo pilih nasi goreng dan gw pilih makan roti secara ga mau makan berat dan yang khas dari hotel ini ya roti ini fresh from the oven. Roti ala Belgia ada tiga macam roti, yang gw tau cuma roti gandum sisanya ga tau, disajiin sama keju slices, meses atau selai tergantung permintaan dan juga telor yang juga bisa request mata sapi atau omelete.
Sarapan pagi di hotel

Selesai makan, gw mandi dan sekalian packing karena gw sama leo mau jalan jalan di Samosir yang perkiraan sampai tengah hari jadi bisa langsung check out. Buat keliling gw sewa motor yang ga jauh dari hotel ada penyewaan (di hotel menyediakan juga tapi udah full) harganya 30 ribu per jam atau kalo mau seharian sekitar 100 ribu ga termasuk bensin dengan jaminan KTP ditinggal.
Danau Toba dari jalan raya Tuk Tuk

Tugu Selamat Datang Tuk Tuk

Perjalanan pertama gw langsung ke Tomok, karena pas perjalanan pertama gw ga sempat ke sini. Di Tomok sendiri memang agak lebih luas di sini ada makam Raja-Raja Batak, Patung Sigale Gale, dan Museum Batak. Setelah selesai dari Tomok, gw coba cari tempat yang gw datengin waktu pertama kali ke sini, ke arah Pelabuhan Ambarita, ke Batu Parsidangan karena Leo belum pernah ke sini.
Makam Raja Batak di Tomok

Museum Batak (1)

Museum Batak (2)

Perjalanan Ke Arah Pangguruan

Sebenernya masih ada beberapa tempat yang harus dikunjungin di sini tepatnya ke arah Panggururan, di sana ada pantai pasir putih dan puncak menara Tele, tapi karena waktu udah siang jadi akhirnya gw balik ke hotel dan pesen kapal untuk dijemput dan kembali ke Parapat.

#MydutyMyadventure






Senin, 17 Agustus 2015

Wisata di Danau Toba

Ini merupakan perjalanan pertama gw ke Sumatera Utara, di sini gw dinas di kota Tebing Tinggi, Kisaran dan Rantau Prapat. Sejak awal gw berangkat dinas, temen-temen gw udah bilang kalau dua kota pertama itu dekat kalo mau main ke danau Toba.

Sekilas tentang danau Toba bisa dicek http://id.wikipedia.org/wiki/Danau_Toba

Perjalanan ke Parapat

Gw berangkat dari kota Kisaran yang kurang lebih jaraknya sekitar 4 jam ke Parapat. Sebenarnya lebih enak berangkat dari Tebing Tinggi karena lebih dekat hanya 3 jam dan itu naik motor, tapi karena gw weekendnya di Kisaran jadi apa boleh buat. Perjalanan kali ini ada gw, Epit dan Yoshar. Ini perjalanan pertama gw dan Yoshar, buat Epit ini perjalanan ketiganya.

Gw berangkat hari minggu jam 6 pagi, dijemput mobil travel yang kita sewa 600 ribu rupiah. Perjalanan dimulai dengan lewat perkebunan sawit milik swasta, rutenya adalah Kisaran-Mandoge-Pematang Siantar-Parapat. Kita sempat istirahat setelah kira-kira satu setengah jam perjalanan untuk sarapan, abis itu ditengah perjalanan ban mobil pun bocor, jadi kita sampai di Parapat itu sekitar jam setengah dua belas.

Setelah sampai di Parapat, dipinggiran danau Toba kita langsung cari parkiran mobil, kalau ga salah kita parkir di tempat yang namanya Pantai Kasih. Di sini ada tempat juga buat istirahat dengan sewa tikar seharga 50 ribu, karena kita mau langsung nyebrang ke Pulau Samosir, langsung aja naik kapal penumpang harganya 25 ribu per orang PP. Cukup lama kita nunggu di atas kapal, karena kapal belum jalan kalau belum penuh, kira-kira satu jam baru kita berangkat ke pulau Samosir.

Trip pertama kita mampir dulu ke Batu Gantung, disebut batu gantung karena ada batu yang menggantung semacam stalaktite kalo di dalam goa.
Wisata Batu Gantung
di sekitar objek wisata ini banyak anak-anak yang siap nyelam buat ambil uang yang dilempar oleh para pengunjung. Di sini kapal ga bersandar cuma berhenti sebentar dan kasih penumpang buat foto-foto. Setelah cukup, perahu pun jalan ke pulau Samosir. Sekitar 15 menit akhirnya kita sampe di pelabuhan. Di sini Epit agak kaget karena biasanya ga di sini berentinya, dan di tempat ini keliatannya sepi. Menurut Epit, yang dulu dia sama temen temen yang lain ga berenti di sini. Gw sama Yoshar cuma bisa iya aja karena emang kita baru pertama ke sini. Dan kita pun masuk, sebelum masuk kita diminta retribusi dua ribu rupiah.
Salah Satu Pelabuhan di Pulau Samosir
Dari gerbang kita jalan terus lewatin tempat oleh-oleh, dan ada tempat wisata Sigale-gale di dekat gerbang itu, sempat mampir tapi karena tadi dikasih tau sama penjaga gerbangnya kalo pintu masuknya nanti ada gerbangnya kita pun lanjut jalan. Sekitar 200 meter, kita sampai di pintu gerbang dan kita masuk ke tempat itu, di dalamnya ada rumah adat orang Batak dan patung Sigale Gale.
Di depan pintu gerbang masuk
Foto dengan topi adat dan tongkat bareng sama Sigale Gale
Sayang di sini gw ga sempet foto Rumah Adat dan tempat pemasungan juga tempat persidangan. Kita cuma sebentar di tempat ini karena masih penasaran dengan tempat yang Epit bilang. Dan akhirnya kita dapet jawaban, kita tanya sama orang setempat dan ternyata tempat ini merupakan salah satu tempat wisata, masih ada beberapa tempat wisata kaya yang Epit bilang sebelumnya. Dan sayangnya tempat itu jauh dari tempat yang kita berenti dan waktu yang dikasih sama pemilik kapal hanaya 1 jam. Tempat wisata yang lain ada di Tuk Tuk, Tomok, Tele, ataupun masih banyak tempat yang harus dikunjungin di sana. Setelah denger tempat-tempat itu agak menyesal trip kali ini karena ga sesuai dengan harapan gw yang bener-bener bisa liat tonggak marga batak toba. Sekitar 30 menit keliling di sana, gw balik ke dermaga sambil pesen kopi hitam, sekalian nunggu penumpang yang lain dan ternyata juga ga lama kapal pun penuh dan kita kembali ke pantai kasih.

Kira kira jam 3 kita balik dari Parapat ke kisaran dan memakan waktu 4 jam, jadi kira-kira sampai sana jam 7 malam.