Tampilkan postingan dengan label Sumatera Utara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sumatera Utara. Tampilkan semua postingan

Minggu, 28 Januari 2024

Jejak Langkah di Seberang Rumah (Part 1 : Sumatera Utara)

Jejak langkah di seberang rumah

Jejak kaki gw yang ada dibeberapa kota dan coba gw jelasin kota tersebut dengan point of view, oh ya ini gw dapet ketika gw masih dinas di perusahaan itu bersama mungkin kawan kawan kantor terbaik selama 9 tahun terakhir dan sekarang jejak itu harus berhenti di tahun 2022 ini..

Oke kita mulai dari kota yang paling ujung, btw gw gak bisa tau mana itu kota atau kecamatan yaak jadi gw namain sesuai nama yang gw tau.. lets check it out!


Sumatera Utara

Di provinsi ini, gw udah ke beberapa tempat, ada Binjai, Medan, Lubuk Pakam, Tebing Tinggi, Pematang Siantar, Siborong borong, Tarutung, Kisaran, Rantau Prapat dan Sibolga.. Oke gw jelasin dari paling Timur atau paling Selatan dulu yaa yaitu 

Sibolga

Gw ke sini sekitar bulan Juni tahun 2015, terbang dari Jakarta terus transit ke Medan, dari Medan turun di bandara Ferdinand L Tobing, dari bandara ke kota kurang lebih sekitar 45 menit.
Kota kecil dengan langsung berbatasan laut, lupa di sana makanan apa yang terkenal, yang gw inget diajak ke lapo sihombing yang ada di jalan sebelum lewatin terowongan yang katanya dari jaman penjajahan.
Gw nginep di salah satu hotel terlama dan lumayan besar, hotel Wisata Indah kalau gak salah, hotelnya langsung berbatasan laut.. Kira kira itu untuk kota Sibolga, next kita ke Tarutung dan Siborong Borong

Tarutung dan Siborong borong

Ini masih dalam satu perjalanan dengan Sibolga, gw stay di Siborong borong dan hanya semalam, Kota yang dingin entah bisa disebut kota atau hanya kota kecamatan. Menginap di salah satu hostel di pusat pasar dan dekat dengan terminal. Ketika lagi kunjungan ke konsumen, mampir lah ke kota Tarutung, asli perjalanan dengan view tebing dan sawah ditambah sungai macam lukisan anak SD, sayang di Tarutung gak sempat untuk coba berendam Air Soda atau air belerang mungkin ya.


Pematang Siantar

Siantarmen, kalau kata orang yang berasal dari kota Pematang Siantar, kota sebelum menuju ke Parapat kalau dari arah Medan. Di sini gw nginap di Hotel Horison yang kala itu masih jadi satu dengan sebuah supermarket (Hypermart kalau gak salah). Kota yang terkenal dengan roti Ganda, yaitu roti tawar (semacam roti Hotdog) yang diisi selai srikaya, selain ini ada kedai kopi Kok Tong, Lapo Silindung, juga Seafood Asean. Jangan lupa untuk naik bentor dengan motor BSA nya (Birmingham Small Arms).


Kisaran

Kota ini berjarak 4 jam dari Kota Medan, bisa ditempuh pakai mobil ataupun kereta. Kota dengan lumayan banyak penduduk ras Chinesenya, sayang gak sempat merasakan IMLEK di sana, cuma liat pas persiapannya aja. Gw nginap didua hotel yang berbeda, pertama di hotel Nusa Indah yang berada di luar kota dekat jalan trans dan di hotel Marina kalau gak salah. Belakangan gw baru sadar, kalau ini adalah kota kelahiran Kakek dari bokap gw, sayang gw belum sempat bercerita dengan beliau tentang kota kelahirannya. Kota yang dikelilingi perkebunan sawit. Di sini ada resto yang terkenal dengan menu Indomienya "Indomie Atok" namanya, ada di dekat stasiun Kisaran.


Rantau Prapat

Salah satu kota yang juga ramai di Sumatera Utara dan merupakan kota paling ujung disebelah baratnya yang kalau jalan 1 jam lagi akan berbatasan dengan Bagan Batu (Riau). Salah satu kota yang ada Bioskopnya, selain Pematang Siantar dan juga Medan. Di kota ini juga ada beberapa supermarket lokal kaya Suzuya yang juga jadi Mall di sana (ada 2 Suzuya) dan juga Brastagi, di supermaket Brastagi ini banyak makanan makanan import dari Malaysia dan Spore. Makanan di tempat ini terkenal sama Miso nya tapi gw lupa warung yang enak apa namanya, di sini juga ada roti kaya roti ganda yaitu toko roti Double Bread namanya (terjemahan dari Roti Ganda), selain itu ada tukang mie ayam di simpang 6 yang bukanya hanya pagi sampai siang (saking larisnya), and the last itu ada kedai kopi Akur, tempat orang orang ngechill di waktu sore, kopi susu dan roti bakar selai srikaya jadi andalan kedai ini. Perjalanan dari Kota Medan ke kota ini memakan waktu sekitar 8 jam baik naik mobil ataupun kereta. Di kota ini untuk hotel juga lumayan ada pilihan yang sejajar lah untuk bisa tidur ada Suzuya, Permata Land (ada Gereja di sini) dan juga Platinum Hotel. Terakhir ke sini kalau gak salah medio 2017 deh.

Tebing Tinggi

Kota yang lumayan dekat dengan kota Medan, apalagi sekarang sudah ada jalan tol. kalau dari kota medan sekitar 2 jam lah ya kalau gak lewat jalan tol. Di kota ini dulu pertama kali nginapnya di hotel Malibou, hotel kelas bintang 2 kali ya, di sebelahnya ada nasi lemak yang enak dan seberangnya dulu ada ramayana, kedua kalinya nginap di Ray Inn dekat sama restoran India. Oleh oleh yang khas dari sana adalah roti kacang rajawali.


Lubuk Pakam

Kota paling dekat dengan kota Medan, bahkan kalau gak salah bandara Kualanamu ada di kota ini, gak banyak explore di kota ini karena dulu PP dari Medan ke Kota ini dan seinget gw cuma sekali ke kota ini dah.


Binjai

Kota Binjai, sama dengan kota Lubuk Pakam, merupakan kota yang dekat dengan kota Medan, namun hanya berbeda letaknya saja. Pertama kali ke sana bareng Co Le, nginap di hotel Kardopa dan kalau gak salah sempat ke Stabat juga cuma periksa pos doang abis itu pulang. Ada Mall namanya Binjai Mall dan stasiun kereta di sana. Kalau gak salah ingat itu ada 3 kali gw ke sana, bareng Co Le, Komik Vilia, Nose dan Kak Sef, tapi cuma yang pertama doang nginap di sana, sisanya PP ke kota Medan naik kereta dan turun pas di belakang kantor. 


Medan

Medan, kota yang gak akan habis kalau kuliner. Pertama ke sana kalau gak salah itu pas 2015 bareng Epit sama Yoshar, tapi cuma transit karena tujuan awalnya itu ke Rantau, Kisaran sama Tebing. Pertama kali cuma bisa makan duren Ucok, martabak piring di selat panjang, roti tissu dan sate padang di samping bank Panin Lapangan Merdeka sama beli bolu Meranti. Nah yang kedua bareng Co Le, baru dah kita kulineran dari soto sinar pagi, soto kesawan, bihun kari tabona, seafood wajir, nasi goreng pemuda, dimsum di nelayan resto, nasi kapau uni emi, ditambah nemu makanan enak bareng Vilia dan Komik yaitu ayam goreng RM Gumarang. Hotel langganan dulu adalah di Hotel Hermes ya walaupun biasa aja tapi lokasinya lumayan enak buat kulineran dan gak jauh dari supermaket Brastagi (tempat snack luar negeri berada), tapi pernah juga di Swiss Bell Inn yang di jalan Surabaya dan juga di Santika Dyandra.


Nah itu jejak kaki gw di Sumatera Utara, kalau tempat wisatanya udah ada dipost gw yang lain.. ok nanti lanjut ke part 2 mungkin ke Riau dulu kali yaaa... see you on the next post..

Sabtu, 17 Maret 2018

Menuju Air Terjun Sipiso Piso



Dan kembali lagi setelah hampir setahun tidak menulis di blog ini..
Kali ini gw akan bercerita perjalanan ke air terjun sipiso piso di Sumatera Utara. Perjalanan yang udah hampr satu tahun lebih, tepatnya Januari 2017

Perjalanan ke Lokasi

Perjalanan dimulai dari tempat gw menginap bareng Sefri dan El, di kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara. Perjalanan ditempuh kurang lebih 4 jam dari kota ini, ya hampir sama kalau kita menuju Parapat, dimana terkenal dengan Danau Tobanya. Arahnya pun sama, kita harus lewat kota Pematang Siantar, dan kemudian lewati Sidamanik, perjalanan cukup berliku kalau sudah mau sampai tempatnya. Setelah 4 jam, kita pun sampai....

Gerbang Masuk Air Terjun

Selain ke air terjun, ketika lewat pos retribusi, kita juga bisa ke sisi lain danau Toba

Jalan Setapak Menurun

Sampai di sana, kita bisa langsung menuju tempat parkir, agak terbatas sih yang dekat pintu masuk, namun pas sampai sana masih dapat tempat parkir. Setelah bayar retribusi (lupa bayar berapa), kita mulai disuguhi perjalanan panjang menuju ke bawah.

Pemandangan dari seperempat perjalanan
Pemandangan sisi sebalah kanan, Danau Toba

Foto dari bawah air Terjun

Waktu turun udah kepiran banget gimana rasanya nanti naik, sepanjang jalan turun ke bawah kita sudah disuguhi pemandangan Air Terjun di sebelah kanan dan Danau Toba di sebelah kiri. Lumayan jauh sekitar 30 menit jalan ke bawah. Di dekat air terjun, banyak warung jualan yang berjualan snack dan air minum. Ya walaupun membantu tapi berdirinya warung - warung terlihat jadi kotor (in my mind). Just info, klo gak bawa baju ganti mending jangan ke bawah, karena jarak 20 meter aja udah kena tampias, saking tingginya air terjunnya.
Vandalisme yang selalu terjadi di tempat wisata di Indonesia
Cuma 15 menit di bawah, kita pun naik lagi ke atas, dan tentu perjalanannya lebih lama karena beberapa kali berhenti.

Kembali ke Rutinitas

Setelah beristirahat dan jajan di sekitaran parkiran, kita pun pulang ke kota Tebing Tinggi, sekalian pulang kita mampir ke toko roti ganda, toko roti yang terkenal di kota Pematang Siantar buat bekal pulang.

Kamis, 31 Desember 2015

Moment from the P(ast)ost

Di hari terakhir 2015, gw mau share tentang momen yang best menurut salah satu web yang masuk ke salah satu medsos gw!
Kenapa gw buat kaya gini, karena tahun ini gw mulai buat salah satu akun di medsos ini sekalian flash back atau #throwback aja. Ini hasil menurut http://2015bestnine.com/avaprihast?c=1&t=-420

The Best Nine from 2015

The Naration (start from upper left side to the middle)

  1. I was recorded one of tricky skill from ex Indonesian National Futsal Team, Beny Hera. He got one of his tricky skill. Dia merupakan salah satu pemain futsal yang jadi idola gw dan inspirasi gw main futsal sampe saat ini.
  2. The Second, Tim futsal ABFII Perbanas yang mencoba berkumpul kembali setelah sekian lama ga kumpul bareng dan akhirnya maen sepakbola bareng di Stadion Ciracas. Walaupun ga semua bisa kumpul but gw ngerasa bersyukur banget bisa kumpul dan main bareng mereka. Already miss them.
  3. First duty trip for this year. This photo was taken at Wisata Bahari Lamongan. The best resort in the town. 
  4. The homepage of my blog. Mencoba menulis dari tahun 2014 dan akhirnya berlanjut sampai sekarang. Semoga masih bisa berlanjut sampai tahun tahun berikutnya.
  5. Foto dari jalan Braga. Salah satu kota yang membuat gw kangen untuk dateng lagi karena tempat ini cukup buat gw tenang dan banyak kenangan di kota ini. Dan jalan ini merupakan salah satu tempat dengan pemandangan kota tua di kota ini.
  6. Salah satu foto pemandangan yang coba dipost, kalo ga salah ini salah satu foto yang diambil pada waktu baksos GKJ Eben Haezer ke daerah Salatiga. Bersyukur masih bisa ikut ambil bagian dan berbagi sama orang-orang nan jauh di sana.
  7. Life is got the beer and music, itu judul foto ini. Foto ini diambil ketika launching album bang NTRL. Merasa balik lagi ke dunia yang udah lama ditinggalin, nonton musik punk dengan ditemanin beer tapi kali ini ga ikut moshing cuma jadi penikmat kali ini, semoga bisa berulang di tahun - tahun berikutnya.
  8. Foto dengan salah satu hobby yang coba dirintis dengan usaha sendiri. Sepeda phoenix yang saat ini udah ga keurus tapi masih ajib dan jadi daya tarik ketika gw mulai genjot ini sepeda.
  9. Last but not least, foto pantai di daerah ujung Sumatera Utara, ya di Kota Sibolga. Foto yang diambil dengan kamera hape dengan sedikit intrik, tapi emang pantainya bagus walaupun ga sempat mandi di sini.
Yap, there is my top nine photos from my instagram (@avaprihast). Follow me or check out my instagram, if you interest to see my journal by the post.


Selasa, 15 Desember 2015

Makan makan di Kota Medan

Kali ini masih mau bahas tentang makanan tapi beda kota, namun masih satu provinsi. Yap, di kota Medan, ibukota provinsi Sumatera Utara. Mungkin ga banyak tapi gw coba untuk kasih referensi aja.

1. Kari Tabona

Rumah makan kari tabona, di sini unggulannya yaitu daging ayam/sapi yang dimakan pake kuah kari dan juga bihun (lupa pake nasi/lontong). tempatnya berada persis di belakang hotel Hermes. Bukan cuma kuah kari di sini juga ada mie pangsit. Jangan lupa kalo pesen, bilang pake darah atau nggak, soalnya gw juga ga tau itu darah apa.
Kari Tabona

2. Nasi Goreng Pemuda

Nasi goreng ala melayu dengan tambahan lauk sate kerang yang cukup murah dengan porsi yang luar biasa. Tempatnya ada di seberang hotel Hermes, buka sekitar jam 6 dan cukup rame dengan parkir yang padet.
Nasi Goreng Pemuda

3. Resto Nelayan Merdeka Walk

Mungkin sama dengan konsep resto pada biasanya tapi di sini kita bisa nemuin pancake durian buat hidangan penutup. Tempatny ada ditengah  Merdeka Walk
Dessert Di Resto Nelayan, Pancake Durian

4. Martabak India

Lupa apa nama martabak indianya, tapi tempatnya ada di samping bank Panin depan Merdeka Walk. Di sini tempat makan tenda dengan menu khas india dan yang terkenal yaitu roti tisunya.

5. Martabak Piring

Salah satu jajanan khas kota Medan, yaitu martabak piring. Bentuknya mirip kaya kue lekker atau martabak tipis kering. Yang khas adalah cara masaknya yang pake piring besi dan dimasak dengan bahan bakar kayu. Kalo mau pesen mending sekaligus banyak karena yang antri dan pesen juga banyak. Tempatnya di jalan selat panjang di belakang hotel Swiss Belinn.
Martabak Piring

6. Seafood Wajir

Warung tenda seafood yang rame di kota ini. Tempatnya ada di belakang hotel hermes ga jauh dari tempat makan Kari Tabona. Temaptnya rame sampai-sampai waiting list terus buat makan dan kalo mau pesen makanan mending sekalian aja apa yang mau ditambahin, karena kalo mau nambah akan lebih lama secara yang dateng ga berhenti - berhenti.
Makan Seafood di Wajir Seafood

7. Rumah Makan Padang Umi Emi

Rumah makan padang yang terkenal dengan ayam goreng hangatnya. Tempatnya agak lupa karena agak ke tengah kota, tapi kalo kita tanya betor (becak motor) udah pasti tau kok mereka.

8. Soto Sinar Pagi Medan

Sebenernya saya belu pernah coba walaupun udah dua kali ke Medan. Tapi tetep saya masukin ke referensi karena soto ini emang terkenal dan hanya tahan sampai jam 2 karena selebihnya udah pasti abis.

9. Soto Kesawan

Salah satu soto khas Medan yang cukup terkenal walaupun ga setenar soto sinar pagi. Tempatnya ga jauh dari hotel Hermes, jalan kaki ke arah Merdeka Walk.
Soto Medan ala RM Soto Kesawan

8. Durian Ucok

"Belum Ke Medan kalo belum ke Durian Ucok" mungkin itu salah satu jargon di tempat ini. Durian sepanjang masa dan ga ada habisnya. Buat yang ke kota ini udah pasti tau tempat makan durian yang terkenal dan puas untuk makan durian. Kenapa puas? karena untuk durian yang ada di sini udah pilihan pakar durian dan kalo misalkan duriannya rusak bisa langsung diganti di tempat. Di sini duriannya juga bisa dibungkus dibawa pulang dengan packing khusus biar bisa masuk pesawat kalo misalkan pulangnya naik pesawat.
Durian khas Durian Ucok

Oh ya, kalo ke sini jangan lupa beli bolu meranti dan kalo mau mampir cari cemilan import bisa ke supermaket brastagi.

Senin, 07 Desember 2015

Mencoba Makanan di Kota Sibolga dan Pematang Siantar

Di tulisan kali ini gw akan coba review beberapa tempat makan di Kota Sibolga dan Kota Pematang Siantar. Ini yang gw tau dan pernah gw datengin.


1. Rumah Makan Sihombing

Rumah makan Lapo ini terletak di kota Sibolga (kurang lebih 8-10 jam perjalanan darat dari kota Medan). Rumah makan untuk pencinta daging babi yang terkenal di kota. Mungkin masakannya sama dengan di lapo-lapo pada umumnya namun di sini yang paling ramai kalo pas jam makan siang.

2. Mie Pangsit Awai

Tempat makan mie pangsit (ayam) paling terkenal di kota Pematang Siantar (2 - 3 jam perjalanan darat dari kota Medan). Masih berhubungan dengan daging babi untuk pangsitnya, sedangkan untuk yang ga suka bisa makan mie ayam jamurnya. Mungkin perbedaanya hanya ditoppingnya aja. Mie pangsit yang harus dicoba kalo lagi ke kota ini. Tempatnya ada persis di tengah kota Pematang Siantar.

3. Lapo Silindung

Masih di kota Pematang Siantar, lapo atau rumah makan khas batak Silindung merupakan yang ramai di kota dan mungkin best in town. Masakannya hampir sama dengan lapo pada umumnya, mungkin karena rasanya masakannya aja yang beda (maklum saya ga makan daging babi). Kalo ke sini jangan lupa minum semacam root beer merk Badak.

4. Roti Ganda

Sekilas terlihat sama aja kaya toko roti biasa, yang beda mungkin dengan selai srikayanya. Di kota Pematang Siantar, toko ini menawarkan roti dengan selai srikaya yang ajib banget! dengan harga yang cukup murah (lupa berapa harganya). Roti fresh from the oven dioles pake selai srikaya yang juga mungkin masih anget-anget. Misalkan ga suka selai srikaya, bisa pesen juga yang pake meses. Kita juga bisa bawa pulang selainya buat oleh-oleh tapi cuma tahan 1 minggu itu pun harus di dalam kulkas. Tempatnya ga jauh dari mie pangsit awai.

5. Kopi Kok Tong

Kedai kopi yang udah puluhan tahun berdiri di kota Pematang Siantar dan mungkin referensi tempat ngopi di kota ini. Tempatnya ada ada 2 yang asli ada di tengah kota dan cabangnya ada menjauh di dari tengah kota (tempat yang gw datengin).

6. Kopi Aroma

Kedai kopi yang cukup terkenal juga seperti Kok Tong. Tempatnya ada di tengah kota, deket deketan sama mie pangsit awai dan roti ganda. Di sini kaya kedai kopi kebanyakan tapi yang terkenal adalah selai srikayanya. Banyak orang yang bilang lebih enak selai srikaya di tempat ini. Di sini juga bisa bungkus selainya (lebih mahal dibanding selai roti ganda).

7. Rumah Makan Grand Asean

Rumah makan dengan menu seafood yang best in town di Pematang Siantar. Tempatnya ga jauh dari kedai kopi Kok Tong.

Oh ya kalo ke Pematang Siantar jangan lupa naik becak motornya. 
Birmingham Small Arm (Becak Motor di Kota Pematang Siantar)

Sabtu, 05 September 2015

Wisata di Danau Toba (Part2 Bermalam di Samosir)

Kali ini perjalanan kedua gw di Sumatera Utara setelah perjalanan pertama gw (baca: http://vadiantprihast.blogspot.com/2015/08/wisata-di-danau-toba.html).
Bulan itu track perjalanan gw mulai dari sebelah 'mungkin selatannya' Sumatera Utara sampai ke tengah. Di trip kali ini gw bareng Leo, yang menempuh perjalanan dari Sibolga, Siborong-Borong, Pematang Siantar dan Binjai. Dan udah bisa ditebak dengan trip kaya gitu, gw akan bisa nginap di Pulau Samosir dan eksplor lebih tempat di Pulau itu dari yang sebelumnya.

Start dari Siborong-borong, gw naik travel ke Parapat, dan langsung minta ke pelabuhan Tiga Raja, kalo ga salah harga satu orang sekitar 70 ribu. Berbeda dengan trip sebelumnya, Leo yang sebelumnya udah pernah ke sini, langsung minta ke pelabuhan itu, dan memang ternyata yang dimaksud Epit pada trip sebelumnya adalah pelabuhan ini.
Pelabuhan ini merupakan pelabuhan penyebrangan yang dikelola pemerintah, jadi berbeda dengan pas waktu gw pertama kali ke sini. Di pelabuhan ini ada beberapa kapal yang menuju ke beberapa pelabuhan di Samosir, ada yang ke Tuk tuk dan ke Tomok. Harganya juga beda kalo yang pas trip pertama itu 25 ribu pulang pergi, sekarang 20 ribu untuk satu kali jalan. Gw berangkat pakai kapal jurusan Tuk tuk, karena penginapannya ada di daerah Tuk tuk, dan enaknya di kapal ini kita bisa bilang kemana kita mau turun di daerah Tuk tuk.

Semalam di Tuk Tuk

Setelah naik kapal, gw turun langsung di belakang hotelnya, Toba Village inn, tempat dimana Leo sebelumnya juga nginep di sini. Tempatnya recomended banget, sejuk dan ga panas. Di belakang hotel langsung menghadap danau Toba dan juga ada tempat buat santainya, selain itu juga terdapat kolam renangnya. Hotel ini yang punya adalah WNA kewarganegaraan Belgia yang nikah sama WNI keturunan Batak. Harga kamar di sini buat yang paling murahnya 550 ribu, tapi worth it banget sama tempat dan tentu breakfastnya.

Sore hari, sekitar jam 5 gw sama leo coba bersantai di pinggir danau seraya bermalas malasan. Dan tempat gw bermalam ini memang sepi ga banyak aktivitas yang bisa dilakuin, karena agak jauh dari pusat Tuk Tuknya. Dan ketika malam, gw sama Leo memutuskan makan di hotel karena untuk ke pusat keramaian. Buat budget makan di hotel ini cukup menguras kocek banget sih buat backpacker.
Dan abis makan gw lanjut tidur.
Santai di belakang hotel
Pagi hari gw bangun jam 8, dan langsung sarapan. Menu breakfast di hotel ini kalau ga salah cuma ada 3 yaitu mie goreng, nasi goreng dan roti. Leo pilih nasi goreng dan gw pilih makan roti secara ga mau makan berat dan yang khas dari hotel ini ya roti ini fresh from the oven. Roti ala Belgia ada tiga macam roti, yang gw tau cuma roti gandum sisanya ga tau, disajiin sama keju slices, meses atau selai tergantung permintaan dan juga telor yang juga bisa request mata sapi atau omelete.
Sarapan pagi di hotel

Selesai makan, gw mandi dan sekalian packing karena gw sama leo mau jalan jalan di Samosir yang perkiraan sampai tengah hari jadi bisa langsung check out. Buat keliling gw sewa motor yang ga jauh dari hotel ada penyewaan (di hotel menyediakan juga tapi udah full) harganya 30 ribu per jam atau kalo mau seharian sekitar 100 ribu ga termasuk bensin dengan jaminan KTP ditinggal.
Danau Toba dari jalan raya Tuk Tuk

Tugu Selamat Datang Tuk Tuk

Perjalanan pertama gw langsung ke Tomok, karena pas perjalanan pertama gw ga sempat ke sini. Di Tomok sendiri memang agak lebih luas di sini ada makam Raja-Raja Batak, Patung Sigale Gale, dan Museum Batak. Setelah selesai dari Tomok, gw coba cari tempat yang gw datengin waktu pertama kali ke sini, ke arah Pelabuhan Ambarita, ke Batu Parsidangan karena Leo belum pernah ke sini.
Makam Raja Batak di Tomok

Museum Batak (1)

Museum Batak (2)

Perjalanan Ke Arah Pangguruan

Sebenernya masih ada beberapa tempat yang harus dikunjungin di sini tepatnya ke arah Panggururan, di sana ada pantai pasir putih dan puncak menara Tele, tapi karena waktu udah siang jadi akhirnya gw balik ke hotel dan pesen kapal untuk dijemput dan kembali ke Parapat.

#MydutyMyadventure






Senin, 17 Agustus 2015

Wisata di Danau Toba

Ini merupakan perjalanan pertama gw ke Sumatera Utara, di sini gw dinas di kota Tebing Tinggi, Kisaran dan Rantau Prapat. Sejak awal gw berangkat dinas, temen-temen gw udah bilang kalau dua kota pertama itu dekat kalo mau main ke danau Toba.

Sekilas tentang danau Toba bisa dicek http://id.wikipedia.org/wiki/Danau_Toba

Perjalanan ke Parapat

Gw berangkat dari kota Kisaran yang kurang lebih jaraknya sekitar 4 jam ke Parapat. Sebenarnya lebih enak berangkat dari Tebing Tinggi karena lebih dekat hanya 3 jam dan itu naik motor, tapi karena gw weekendnya di Kisaran jadi apa boleh buat. Perjalanan kali ini ada gw, Epit dan Yoshar. Ini perjalanan pertama gw dan Yoshar, buat Epit ini perjalanan ketiganya.

Gw berangkat hari minggu jam 6 pagi, dijemput mobil travel yang kita sewa 600 ribu rupiah. Perjalanan dimulai dengan lewat perkebunan sawit milik swasta, rutenya adalah Kisaran-Mandoge-Pematang Siantar-Parapat. Kita sempat istirahat setelah kira-kira satu setengah jam perjalanan untuk sarapan, abis itu ditengah perjalanan ban mobil pun bocor, jadi kita sampai di Parapat itu sekitar jam setengah dua belas.

Setelah sampai di Parapat, dipinggiran danau Toba kita langsung cari parkiran mobil, kalau ga salah kita parkir di tempat yang namanya Pantai Kasih. Di sini ada tempat juga buat istirahat dengan sewa tikar seharga 50 ribu, karena kita mau langsung nyebrang ke Pulau Samosir, langsung aja naik kapal penumpang harganya 25 ribu per orang PP. Cukup lama kita nunggu di atas kapal, karena kapal belum jalan kalau belum penuh, kira-kira satu jam baru kita berangkat ke pulau Samosir.

Trip pertama kita mampir dulu ke Batu Gantung, disebut batu gantung karena ada batu yang menggantung semacam stalaktite kalo di dalam goa.
Wisata Batu Gantung
di sekitar objek wisata ini banyak anak-anak yang siap nyelam buat ambil uang yang dilempar oleh para pengunjung. Di sini kapal ga bersandar cuma berhenti sebentar dan kasih penumpang buat foto-foto. Setelah cukup, perahu pun jalan ke pulau Samosir. Sekitar 15 menit akhirnya kita sampe di pelabuhan. Di sini Epit agak kaget karena biasanya ga di sini berentinya, dan di tempat ini keliatannya sepi. Menurut Epit, yang dulu dia sama temen temen yang lain ga berenti di sini. Gw sama Yoshar cuma bisa iya aja karena emang kita baru pertama ke sini. Dan kita pun masuk, sebelum masuk kita diminta retribusi dua ribu rupiah.
Salah Satu Pelabuhan di Pulau Samosir
Dari gerbang kita jalan terus lewatin tempat oleh-oleh, dan ada tempat wisata Sigale-gale di dekat gerbang itu, sempat mampir tapi karena tadi dikasih tau sama penjaga gerbangnya kalo pintu masuknya nanti ada gerbangnya kita pun lanjut jalan. Sekitar 200 meter, kita sampai di pintu gerbang dan kita masuk ke tempat itu, di dalamnya ada rumah adat orang Batak dan patung Sigale Gale.
Di depan pintu gerbang masuk
Foto dengan topi adat dan tongkat bareng sama Sigale Gale
Sayang di sini gw ga sempet foto Rumah Adat dan tempat pemasungan juga tempat persidangan. Kita cuma sebentar di tempat ini karena masih penasaran dengan tempat yang Epit bilang. Dan akhirnya kita dapet jawaban, kita tanya sama orang setempat dan ternyata tempat ini merupakan salah satu tempat wisata, masih ada beberapa tempat wisata kaya yang Epit bilang sebelumnya. Dan sayangnya tempat itu jauh dari tempat yang kita berenti dan waktu yang dikasih sama pemilik kapal hanaya 1 jam. Tempat wisata yang lain ada di Tuk Tuk, Tomok, Tele, ataupun masih banyak tempat yang harus dikunjungin di sana. Setelah denger tempat-tempat itu agak menyesal trip kali ini karena ga sesuai dengan harapan gw yang bener-bener bisa liat tonggak marga batak toba. Sekitar 30 menit keliling di sana, gw balik ke dermaga sambil pesen kopi hitam, sekalian nunggu penumpang yang lain dan ternyata juga ga lama kapal pun penuh dan kita kembali ke pantai kasih.

Kira kira jam 3 kita balik dari Parapat ke kisaran dan memakan waktu 4 jam, jadi kira-kira sampai sana jam 7 malam.