Tampilkan postingan dengan label Conservatif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Conservatif. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 November 2014

Derawan, Sangalaki, Kakaban, dan Maratua (Sekali Dayung 2 - 3 pulau terlampaui)

Pulau Derawan, Sangalaki, Kakaban dan Maratua http://id.wikipedia.org/wiki/Kepulauan_Derawan

Sabtu, 16 November 2013
Masih dalam rangka dinas pekerjaan gw, dan kali ini ditugaskan ke Tanjung Redeb atau yang lebih familiar 'Berau'. Tugasnya di bulan november barengan bang ijal (fachrizal), tugas kali ini gw dapet weekend di Tanjung redeb, dari jauh-jauh hari gw udah searching daerah wisata di sini dan kemudian muncul pulau Derawan.

Gw punya rencana berangkat setelah pulng kantor jam 13.30 WITA dan janjian dijemput sama supir travel di kantor cabang, tapi sampe jam 4 belum ada tanda-tanda dijemput. Akhirnya gw sama bang ijal mutusin buat sewa mobil ke pelabuhan Tanjung Batu. Tentunya ada pembengkakan anggaran yang tadinya naik travel cuma 75 ribu seorang sekarang jadi harus sewa mobil 250 ribu untuk sekali jalan ke pelabuhan, mau ga mau gw jalanin daripada gw harus ngabisin weekend di Tanjung Redeb tanpa ada hiburan sama sekali.

Akhirnya gw berangkat jam /5 dari Tanjung Redeb menuju Tanjung Batu, jarak tempuh sekitar 2,5 jam sampe pelabuhan, gw lupa kira-kira berapa KM jauhnya. Di perjalanan itu kita kaya nembus hutan tropis kalimantan sampe akhirnya nembus juga hutan bakau yang ada. Sesampainya di Tanjung Batu sekitar jam 7 malem dan udah pasti ga ada lagi perahu penumpang yang jalan terpaksa kita sewa perahu sekitar 250 ribu buat sampe penginapan. Penginapan yang kita tuju, namanya penginapan bapak Sanusi.

Di penginapan kita disambut pak Sanusi dan langsung diajak makan malem dengan menu nasi plus ikan laut dibakar, harga peninapannya waktu itu seharga 300 ribu termasuk makan pagi. Kita pun makan dan masuk kamar serta bersih-bersih, abis itu kita jalan-jalan dan mampir ke tempat kenalan temen kantor yang punya rumah di sana. Kita ditawarin paket wisata keliling 3 pulau, Sangalaki, Kakaban, dan Maratua seharga 1 juta per orang termasuk penginapan, makan siang dan pulang sampe ke Tanjung Redeb lagi. Entah mungkin karena udah kepalang tanggung, kita ambil itu paket karena belum tentu akan balik ke sini lagi. Sekitar jam 11 gw sama bang ijal pun tidur, dan sebelumnya kita confirm ke pak Sanusi buat paketan yang kita ambil buat besok pagi.

Minggu, 17 November 2013

Hari ini gw sama bang ijal bangun sekitar jam 6an buat keliling pulau Derawan, dan berikut penampakan pulau Derawan
Lokasi penginapan Bapak Sanusi (Sari Cottage)
Spot Pantai Derawan

Salah satu tempat pemberhentian speed boat untuk salah satu villa
Dan sehabis puas foto-foto di pulau Derawan, kita pulang buat sarapan dan siap - siap keliling 3 pulau lain di kawasan pulau Derawan ini, jam 9 tepat kita berangkat dari penginapan menuju pulau pertama, pulau Sangalaki.

Pulau Sangalaki merupakan pulau dimana terdapat egg hatchery untuk penyu hijau. Di tempat ini kita cuma bisa foto-foto karena kondisi laut yang lumayan engga teduh padahal di pulau ini kalau beruntung kita bisa ketemu sama manta ray (ikan pari yang ukuran besar). Ini foto-foto di Pulau Sangalaki
Di depan plang Pulau Sangalaki

Di depan pengankaran telur penyu, di dalamnya ada banyak telur penyu yang dipendam
Tukik atau Bayi Penyu yang sedang dikonservasi di Pulau Sangalaki

Pendaratan di Pulau Sangalaki
Setelah keliling pulau ini sekitar 30 menit kita lanjut ke pulau berikutnya. Pulau berikutnya yaitu pulau Kakaban dimana pulau ini udah diakui sebagai world heritage oleh salah satu badan PBB karena di sini ada danau dengan ubur-ubur yang ngga beracun. Ubur-ubur di sini udah menjalani evolusi jadinya dia ga beracun meski di danau ini terdapat jenis ubur-ubur yang racunnya bisa mematikan manusia kalo tersengat. Perjalanan dari pulau Sangalaki ke pulau Kakaban sekitar 30 menit dan kita sempat snorkling di sekitaran pulau Kakaban. Barisan karang dan batu koral yang indah, ga salah pak Sanusi nurunin kita di spot ini, tai harus berhati-hati karena datarannya langsung dalam dan arus air juga kuat.
Setelah 30 menit kita snorkling kita mendarat di pulau Kakaban untuk pertama kita makan siang dahulu. Sehabis makan siang kita pun snorkling di danau tersebut dengan jalan kaki dari pinggir pulau sekitar 200 meter lewat jembatan kayu.
Pos penjagaan sebelum masuk ke Danau Kakaban

Isi dari Danau Kakaban

Penampakan Danau Kakaban

Ubur-uburnya bisa dipegang sama tangan

Dan uburnya kembali bisa dipegang

Gerbang Masuk Pulau Kakaban
Dan setelah puas berendam di Danau Kakaban, kita lanjut perjalan ke pulau terakhir kita, Pulau Maratua. Pulau ini terkenal karena eksotisme pantainya dan juga isi dalam lautnya. Sayangnya kami hanya mampir di sebua cottage milik WNA yang disewakan cukup mahal bahkan menurut pak Sanusi, untuk singgah di tempat itu kita harus membayar 30rb per satu orang. Gw ga sempet eksplore ini pulau, yang katanya di sini juga ada danau yang juga terdapat ubur-ubur seperti di pulau Kakaban dan juga terdapat goa  ditengah pulau ini. Pulau ini juga seperti pulau Derawan dimana di pulau ini dihuni oleh penduduk dan kabarnya di pulau ini akan dibangun bandara.
Tampak depan cottage tempat kita numpang bersandar

Pantai dimana masih satu area dengan tempat kita turun dari kapal

Maratua Paradise Cottage
Hal yang sangat disayangkan ga bisa muter-muter di pulau ini karena waktu juga yang terbatas. Dan di belakan pulau ini masih terdapat pulau Nabuko yang ga kalah bagusnya dengan pulau Maratua ini. Kalau mau lebih puas lagi, coba untuk diving di pulau ini.

Waktu menunjukan pukul 3 sore dan kita kembali ke pulau Derawan untuk selanjutnya ke pelabuhan Tanjung Batu melanjutkan perjalanan kembali ke Tanjung Redeb. 

#MyDutyMyAdventure





Minggu, 26 Oktober 2014

Danau Matano, Sorowako, Nuha, Luwu Timur

Danau Matano, terletak di Sorowako, Nuha, Luwu Timur (http://id.wikipedia.org/wiki/Sorowako,_Nuha,_Luwu_Timur)

Sabtu 18 November 2014:
 Awal cerita, kali ini gw penugasan ke daerah Palopo, Sulawesi Selatan, dan saat ini gw lagi berada di salah satu kecamatan yaitu kecamatan Tomoni (+/- 500km dari Makasar). hari sabtu, gw masuk kantor cabang cuma setengah hari sampai jam 13.30. Dan seperti biasanya, kalao dapet weekend dicabang, gw sama temen-temen pasti cari tempat wisata, kali ini gw sama feliks, dia pernah tinggal 3 bulan di Palopo untuk tugas yang sama tapi beda perusahaan.Info dari dia, kalo ada danau yang bagus di sorowako, di tengah - tengah tempat pertambangan. 
Jarak dari Tomoni - Sorowako sekitar 2,5 jam naik sepeda motor matic jaraknya hampir 110 km, kalo dibandingin dari Makasar hampir sampe 600 km. Perjalanan yang sepi diselingin sama bis-bis AKAP dan travel juga truk pengangkut hasil tambang. Pom bensin terakhir berada di Malili, tapi kalo buat bensin eceran masih ada kok yang jual.

Spot Pemandangan dalam perjalanan
Gw berangkat dari Tomoni sekitar jam 3 siang WITA dan sampe di sana sekitar jam setengah enam. Pas sampe di sana, gw langsung ke arah Pontada, ini merupakan daerah komunitas pekerja yang didevelop sama salah satu kontraktor tambang di Indonesia, di sini pemukimannya tertata rapi.
Sebenernya Danau Matano itu luas banget, tapi spot yang terkenal ya di daerah Pontada itu, di dalam area pemukiman, karena di sana ada fasilitas buat mandi di danaunya.






Kalo buat berenang di danau, gw ngelakuin pas hari minggunya, di hari sabtu gw sampe sana ke danau terus istirahat sebentar dan lanjut cari hotel.
Di sana ada beberapa hotel yang ratenya cukup lumayan berkisar 250rb - 1 juta. Hotel yang di tengah kota ada lusiana hotel, san fransisco hotel, dan ada beberapa hotel juga yang lain, dan buat rate harganya lumayan agak mahal, ya mungkin karena di tengah pusat keramaian. Akhirnya gw milih untuk ke daerah pinggir kota, di sana ada Grand Mulia Hotel sama Montano Sun Rise, harga ratenya lumayan jauh lebih murah dan buat kamar setara hotel bintang 2 lah, dan pilihan jatuh pada hotel Grand Mulia. Keunggulannya itu deket banget sama danau, jadi pemandangannya bisa diliat difoto berikut.

Pemandangan dari lantai 3 hotel (1)

Pemandangan dari lantai 3 hotel (2)
Kekurangannya adalah jarak buat cari makan dari hotel ini ke kota itu sekitar 2-3 km jadi kalo ga bawa kendaraan lumayan jauh apalagi penerangannya hampir kurang banget.

#MydutyMyAdventure


Perjalanan Gunung Gede 2958 MDPL

Untuk latar belakang tentang Gunung Gede dapat http://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Gede 
Dari kiri ke kanan Ava (saya), Toni, Gentur di alun-alun surya kencana
Dari kiri ke kanan Toni, Saya (Ava), Anis, Chris, Jona, Gentur pendakian sebelum ke puncak
Dari kiri ke kanan Chris, Saya (Ava), Gentur, Toni, Jona, Anis pada puncak Gunung Gede

Di Atas jembatan anatara pos 1 dan pos pendaftaran

Minggu, 5 Oktober 2008
Minggu siang, setelah selesai kebaktian di GKJ Eben Haezer di Ps. Minggu, kami terdiri dari Anis, Gentur, Toni, Jona, Chris, dan saya, Ava, pulang ke rumah saya untuk melanjutkan packing untuk hiking ke Gunung Gede. Itu merupakan kali pertama bagi saya dan jonathan hiking. Setibanya di rumah, kami packing dan tepat pukul 13.00 siang kami berangkat ke stasiun Tj.Barat untuk menuju stasiun Bogor.
Tiba di stasiun Bogor pukul 14.00 siang, melanjutkan perjalanan ke terminal baranang siang untuk menyewa mobil ke daerah Cipanas, karena memulai dari jalur pendakian Gn. Putri seharga 200rb, kami sampai di Cipanas pukul 19.00 karena terkena sistem tutup buka jalur.
Tepat pukul 20.00 setelah mengisi pendaftaran, kami mulai berangkat, bergabung pula teman-teman dari Tj. Priuk.
Perjalanan menuju alun-alun surya kencana kurang lebih memakan waktu 6 jam, sehingga kami sampai di sana sekitar pukul 02.00. Suasana malam dan sempat terjadi badai di atas sampai membuat tenda dome isi 5 orang kami terbang.
Kami di alun-alun surya kencana selama 2 hari, cukup susah air karena sumber air sedikit dan agak kotor, namun terbantu juga dengan adanya tukang nasi uduk.

Selasa, 7 Oktober 2008
Pukul 07.00 kami telah siap packing untuk turun gunung. Rencana untuk mendapat sunrise pun hanya menjadi angan belaka karena bangun kesiangan.
Tepat pukul 10.00, kami telah siap untuk mendaki setelah packing dan sarapan. Kami pun berfoto sebentar dan berbagi logistik dengan teman pendaki lain.
Sekitar 1 jam kami tiba di puncak, berarti sekitar pukul 11. Cukup lama kami berada di puncak untuk berfoto.
Kami pun turun sekitar pukul 1 siang. Melalui sisi lain puncak ke arah cibodas. Dari puncak kami tiba di kandang badak, beristirahat untuk mengambil air kemudian berangkat menuju kandang batu. Tiba dikandang batu, kami langsung lanjut ke air panas, di sana kami beristirahat. Tidak berapa lama kami kemudian lanjut ke pos 1 dan langsung menuju pos bawah. Tiba di sana sekitar pukul 6 sore, jadi kira-kira 5 jam kami turun dari puncak sampai base camp Cibodas.
Kami terkena denda 20 ribu karena melewati batas pendakian ( 2 hari 1 malam jadi 3 hari 2 malam ).
Berlanjut kemudian ke tempat wisata Cibodas untuk makan dan beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan ke jakarta.
Pukul /8 malam kami berangkat ke pertigaan cibodas menggunakan angkot dengan harga 3 ribu per orang. Pukul 8 malam, kami naik bus AKAP yang ke terminal Kp. Rambutan, 10 ribu per orang. Sampai di Kp. Rambutan pukul 11 malam, yang kemudian dilanjutkan naik angkutan umum T19 sampai stasiun Tj.Barat dan menyusul dengan ojek.
Pukul 12 malam kami sampai di rumah saya, dan langsung pulang ke rumah masing-masing.